Sekilas Politik di UNY

29 11 2008

Ada beberapa partai mahasiswa di UNY yaitu Partai Tugu, PMS (partai mahasiswa sejahtera), Partai Bintang Perdamaian, dan Partai GAUL. Pemilwa 2008 ini, tidak semua partai tersebut mengajukan diri dalam pemilihan capres dan cawapres.

Sampai saat ini kesan KPU REMA di UNY masih belum bagus, terbukti dengan gaung Pemilwa yang biasa-biasa saja. Tampaknya dari calon-calon yang di ajukan partai, tidak mutlak orang-orang yang dikenal oleh mahasiswa. Keberadaan partai itu sendiri hanya sedikit mahasiswa yang tahu. Kebanyakan dari mereka dalam memilih hanya melihat dari:

1. Kenal tidaknya mereka terhadap calon

2. Jika tidak mengenal

a) Memilih yang cakep/cantik

b) Memilih berdasarkan saran dari senior/orang yang dianggap baik oleh mereka

c) Absten

d) Mencoblos semuanya

3. Jika kenal

a) Kemampuan dari si calon

b) Keuntungan dan kerugian apabila memilihnya

c) Memilih yang di kenal

Berdasarkan hal tersebut nampaknya kebanyakan mahasiswa di UNY lebih cenderung mencerminkan point yang no 2 dan no 3c tersebut. Inilah nampaknya yang membuat demokrasi di UNY tidak bervariasi, monoton dari tahun ke tahun. Ini juga di sebabkan adanya sifat mahasisiwa yang tidak mengetahui tentang perpolitikan kampus dan bahkan tidak mau tahu dengan perpolitikan yang ada di kampus. Kebanyakan mereka hanya ikut-ikutan atau mencari posisi yang aman (menguntungkan untuk mereka).

Suara minoritas di sini belum sepenuhnya tersalurkan, hal itu terjadi karena:

1. Orang-orang yang minoritas malas menyampaikannya karena tidak mendapat tempat sehingga mereka memilih untuk pasif, dalam organisasi maupun yang lainnya.

2. Hanya sedikit kaum minoritas yang berusaha aspiratif

3. Kurangnya kepedulian golongan mayoritas terhadap hal-hal baru / berbeda dengan biasanya

4. Kaum mayoritas memegang semua aspek sehingga sulit bagi kaum minoritas untuk menyeimbangkannya

5. Adanya kebiasaan mengambil keputusan dengan pengambilan suara terbanyak di bandingkan dengan mufakat

Dinamika perpolitikan di UNY memiliki kurva yang datar-datar saja. Para pemimpin ormawa hampir semuanya memiliki latar belakang yang sama dengan visi dan misi yang tidak jauh berbeda. Keberanian mahasiswa untuk melakukan hal yang menantang masih sedikit yang mampu melakukannya, dan kalaupun ada mereka mempunyai kendala yang besar karena lebih banyak yang tidak mendukungnya.

Inilah mungkin yang menyebabkan UNY harus berjuang keras untuk melakukan pelatihan-pelatihan / seminar tentang kemandirian, mental, intelektual, TOT dll. Sebagai lembaga pendidikan UNY telah berusaha mengoptimalkan perannya dengan seoptimal mungkin. Maka dari itu agar yang dilakukan tidak sia-sia sebagai mahasiswa kita harus mendukung program yang ada dengan semata-mata untuk kebaikan kita bersama. Jadi setiap kebijakan yang ada hendaknya kita terima dengan bijak pula dan jangan menolak kebijakan yang mana kita belum tahu baik buruknya bagi kemajuan UNY. Mahasiswa UNY harus lebih dewasa sedikit dalam berfikir dan bertindak, marilah bersama-sama kita terima perubahan yang ada yang tentunya membawa kebaikan untuk UNY. Janganlah selalu mengambil keputusan semata-mata hanya dengan suara terbanyak tetapi belajarlah bermufakat, Karena ciri khas kepribadian bangsa Indonesia adalah demokrasi untuk mufakat jadi bukan demokrasi untuk suara terbanyak.





OPINI UU PORNOGRAFI

25 11 2008

Pro kontra tentang UU Pornografi sudah biasa kita dengar, dan belum selesai sampai sekarang. Berdasarkan hasil diskusi di kelas kuliah saya, dapat saya sampaikan bahwa pada dasarnya baik yang kontra maupun pro, mereka sama-sama tidak menghendaki bangsa Indonesia terkena dampak negatif dari adanya pornografi. Kenapa begitu?

Saya ambil sampel dari pendapat Zimam Mulkhaq menyebutkan “saya sependapat bahwa UU pornografi itu harus ada dan di syahkan serta segera mungkin dilaksanakan, karena ini akan sangat membantu menghindarkan anak dari dampak negatif pornografi. Alasan bahwa beberapa hal itu merupakan seni, menurut saya itu bukanlah seni, karena karya yang mereka hasilkan itu tidak enak dipandang mata. Menurut saya seni merupakan sesuatu yang sopan dan enak dipandang mata”.

Sementara menurut teman saya yang lain yaitu saudara Miftahul Fawaid mengatakan bahwa “saya kurang setuju dengan adanya UU pornografi, karena menurut saya UU Pornografi itu harus di revisi lagi. Kenapa? Karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Ambil contoh misalnya untuk masyarakat Bali, apakah mungkin UU pornografi itu harus diterapkan di sana, belum lagi untuk masyarakat Papua yang masih memakai koteka, penerapan UU pornografi ini tidak mungkin disamaratakan kepada semua elemen bangsa Indonesia, karena mereka memang berbeda. Sehingga UU pornografi ini harus direvisi dan disesuaikan dengan budaya yang ada”.

Menurut pendapat Putri Wulanjari “ seharusnya dalam UU pornografi itu ada batasan yang jelas antara mana yang di Pornografi dan mana yang tidak pornografi, dengan adanya batasan yang jelas maka akan lebih mudah untuk menindak pelaku pornografi tersebut”.

Menurut saudari Eli Yuliawati yaitu “ UU pornografi tidak akan dapat dijalankan dengan baik tanpa adanya peran serta masyarakat untuk membantu meminimalisir pornografi tersebut”. Ternyata hal ini masih dipertanyakan juga tentang peran serta masyarakat yang dimaksud itu apa? Jika masyarakat menjadi humanis, demokrasi, dan mufakat, hal ini akan sangat bagus. Akan tetapi bagaimana jika di masyarakat malah terbentuk polisi-polisi masyarakat yang menghakimi pelaku pornografi dengan sendirinya, ini tentu akan membuat kacau. Masyarakat dikhawatirkan akan main hakim sendiri.

Berdasarkan kesimpulan diskusi kami di kelas dapat saya simpulkan bahwa pada dasarnya UU pornografi itu baik. Belum diterimanya UU pornografi di sebabkan karena isi UU pornografi tersebut belum mencerminkan keanekaragaman bangsa Indonesia. UU pornografi sebaiknya direvisi lagi dan di sesuaikan dengan keanekaragaman bangsa Indonesia, lebih di perinci lagi. Sehingga UU pornografi dapat mengayomi semua elemen bangsa, baik kaum mayoritas maupun minoritas, yang semata-mata untuk tujuan bersama yaitu menghindari dampak negatif dari Pornografi baik untuk anak-anak maupun orang dewasa sekalipun.





KEJU JAGUNG solusi gizi dan ekonomis

19 11 2008

Indonesia merupakan negara agraris yang mempunyai wilayah yang sangat luas. Disamping kaya akan hutan juga mempunyai lahan pertanian yang sangat luas. Akan tetapi karena terjadi pergeseran musim secara global merupakan efek dari pemanasan global yang disebabkan lapisan ozon rusak akibat polusi udara. Akibat pemanasan global sangat kita rasakan seperti pergeseran musim sehingga mempengaruhi waktu tanam dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Dengan bergesernya musim akibat pengaruh elnino menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang. Tanaman yang bisa dibudidayakan adalah tanaman yang beradaptasi dengan keadaan tersebut yaitu jenis tanaman umbi-umbian dan serealia selain padi.

Disamping itu juga ketergantungan Indonesia pada bahan pangan impor dalam jangka panjang akan merugikan. Paket kebijakan Pemerintah melalui biaya pembebasan bea masuk sejumlah bahan pangan dan penggelontoran berbagai macam subsidi justru akan membawa masyarakat masuk dalam perangkap makanan atau food trap. Demikian diungkapkan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Siswono Yudo Husodo (Kompas : 21 april 2008). Menurut Siswono, secara tidak sadar bangsa Indonesia digiring menjadi pemakan makanan berbahan terigu seperti keju dan mie instant yang bahan bakunya tidak dapat diproduksi sendiri. Jumlah impor terigu indonesia mencapai 5,5 juta ton per tahun (Kompas : 21 april 2008).

Melambungkan harga – harga pangan disebabkan dua hal, yaitu penggunaan bahan pangan sebagai energi alternatif biofuel dan meningkatkan sebagai akibat dari pertambahan penduduk indonesia. Dengan melambungnya harga bahan pangan dunia, sangat disukai oleh negara-negara produsen makanan seperti Australia dengan sapi, Amerika dengan kedelai dan terigu, serta Thailand dengan beras.

Indonesia merupakan negara produsen bahan pangan, akan tetapi indonesia belum bisa memanfaatkan peluang cukup besar. Menurut data BPS tahun 2007 produksi jagung untuk tahun 2007 mencapai 13 juta ton sehingga mendapat peningkatan sekitar 5-12% pada tahun ini. Jagung merupakan salah satu tanaman palawija yang mudah ditanam sebagian wilayah indonesia timur. Masyarakat sudah banyak memanfaatkan jagung sebagai makanan alternatif antara lain nasi jagung, biskut, makanan tradisional, makanan ringan, susu dan keju. Peneliti ingin menindak lebih jauh tentang pengolahan susu jagung agar mendapat keju jagung sehingga meningkatkan nilai jual jagung.





Siapa bilang artis berotak udang ?

19 11 2008

Mungkin sudah rahasia umum kalau selebirits punya stereotip (maaf) bodoh. Tapi di antara sekian selebritis, ada yang memang cemerlang. Mereka juga menghargai ilmu pengetahuan dan tak silau dengan gemerlap dunia hiburan. Banyak dari mereka mengenyam pendidikan di sekolah dan program studi prestisius.

Contoh paling gampang mungkin Queen. Brian May sempat ambil PhD bidang Physics and Mathematics di Imperial College London dan menulis paper tentang interstellar dust in solar system. Sementara John Deacon mendapat First Class Honours Degree in electronics dari Chelsea College. Di awal terbentuknya Queen, audisi dilakukan di ruang dosen Imperial College.

Greg Graffin, vokalis dan gitaris Bad Religion, meraih double major di UCLA bidang antropologi dan geologi lalu melanjutkan master di UCLA dan PhD di Cornell. Disertasinya cukup gahar, “Evolution, Monism, Atheism and the Naturalist World-View: Perspectives from Evolutionary Biology,” dan setahu saya, saat ini ia juga “nyambi” mengajar life sciences di UCLA.

Rage Against The Machine, band rap metal dengan lirik politis-bombastis, digawangi gitaris Tom Morello dan drummer Brad Wilk. Keduanya dari Harvard. Rivers Cuomo, pentolan band Weezer, juga lulusan Harvard dengan predikat Phi Beta Kappa. Sedangkan Alicia Keys lulus sebagai valedictorian (straight A/GPA 4.0) di usia 16 tahun dan mendapat beasiswa di Columbia. Vanessa Carlton dan Anna Paquin (The Piano, X-Men) juga studi di universitas yang sama.

Dan selain tersebut di atas, banyak juga musisi kenamaan lain jebolan sekolah prestisius Berklee College of Music di Massachusetts, seperti Meredith Brooks, John Petrucci, Steve Vai, Diana Krall, John Mayer, dan masih banyak lagi.

Siapa lagi?

Di dunia layar lebar, aktris favorit saya, Jennifer Connelly, sempat masuk ke Yale selama 2 tahun sebelum transfer ke Stanford. Bidang studinya? Quantum physics and philosophy. Di Stanford ia juga melatih kegiatan teater klasik. Selain pintar, Jennifer juga fasih berbahasa perancis, italia, dan sedikit bahasa jepang.

Meryl Streep dulunya dikenal sebagai murid cerdas dan berbakat. Ia diterima di Vassar college (sekolah prestisius khusus perempuan) dan mendapat kesempatan Honours Exchange Program di Dartford College. Ia kemudian melanjutkan studi di Yale dan berteman dengan Sigourney Weaver. Sebelum masuk Yale, Weaver sendiri adalah lulusan Stanford. Claire Danes, lawan main DiCaprio di Romeo & Juliet, juga sempat kuliah di Yale selama 2 tahun, namun tak diselesaikan.

Tahu Jodie Foster? Ia sudah fasih membaca di usia 3 tahun dan di usia 14 tahun sudah lancar berbahasa perancis. Ia lulus dari high school sebagai valedictorian dan lulus magna cum laude dari Yale. Foster juga mendapat honorary degree dari Smith College serta honorary doctorate dari Yale dan University of Pennsylvania. Walau tak pernah mengambil kelas/kuliah akting, Foster meraih dua Oscar sebelum usia 30 tahun.

Matt Damon, sohib Ben Affleck, lulus straight-A hingga memenangkan beasiswa ke Harvard. Damon keluar walau hanya kurang 12 SKS untuk lulus dari Harvard. Damon dikenal sebagai aktor yang cerdas dan selalu punya “plan B.” Jonathan Taylor Thomas, aktor sitkom yang mungkin kurang terkenal di sini, juga lulusan Harvard. Ia juga sempat menghabiskan waktu setahun di St. Andrews University, tempat Pangeran William kuliah.

Mira Sorvino juga lulusan Harvard dengan predikat magna cum laude. Tesisnya memenangkan penghargaan Harvard Hoopes. Ia juga fasih berbahasa mandarin dan perancis. Natalie Portman lulusan Harvard juga. Ia pernah jadi dosen tamu di Columbia serta bisa berbahasa perancis, jepang, jerman, dan arab.

Masih dari Boston, Will Smith dulu pernah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di MIT karena skor SAT-nya sangat tinggi. Sayang tawaran itu ditolak. Sementara lawan mainnya di Men in Black, Tommy Lee Jones, adalah lulusan cum laude dari Harvard. Selama di Harvard, Tommy sekamar dengan Al Gore dan masih bersahabat karib hingga saat ini.

Tak banyak yang tahu kalau Kevin Costner lulusan California State University at Fullerton bidang bisnis. Setelah lulus, Costner sempat jadi marketing di Orange County. Adam Sandler, yang tampangnya “kurang meyakinkan,” sebenarnya lulusan NYU. Dan yang lebih terlihat culun, pemeran Russ dalam serial Friends, David Schwimmer, sebenarnya adalah lulusan Northwestern.

Superman (Christopher Reeve) juga pernah belajar di Cornell. Di tahun terakhir, Reeve diterima di sekolah prestisius Julliard School of Performing Arts. Hanya dua orang yang diterima waktu itu: Reeve dan Robin Williams — yang kemudian menjadi sahabat karibnya.

Fox Mulder (X-Files) alias David Duchovny juga tak kalah outstanding. Duchovny memenangkan beasiswa di Collegiate School, sekolah elit di Manhattan. Duchovny melanjutkan studinya di Princeton. Karena prestasinya, ia mendapat beasiswa master dan PhD di Yale. PhD-nya tak diselesaikan karena menurutnya lebih menguntungkan jadi “agen FBI” daripada professor.

Suka nonton Alias? Tahukah Anda kalau Jennifer Garner adalah lulusan Denison University bidang chemistry dengan penghargaan Pi Beta Phi? Ia sempat punya keinginan untuk melanjutkan studi di Yale, namun kemudian memilih untuk menjadi artis.

Di dunia modeling, Brooke Shields, mantan istri Andre Agassi, adalah lulusan Princeton bidang french literature and italian. Brooke Burke, MC kontes Rock Star dan model Playboy 2001 dan 2004, juga pernah belajar di UCLA untuk bidang broadcast journalism.

Cindy Crawford juga lulus valedictorian dan dapat beasiswa chemical engineering di Northwestern. Konon karena sibuk pemotretan, Cindy sempat bolos ujian kalkulus dan datang ke ruang dosen untuk mengambil susulan. Walau di assignment sebelumnya selalu dapat nilai tinggi, dosen tak percaya itu kerja Cindy. Ujian susulan diadakan langsung di situ dan diselesaikan dengan baik. Masih belum puas, dosen mengganti soal dan Cindy kembali menyelesaikannya dengan sempurna. Tersinggung perlakuan dosen dan jadwal modeling yang kian padat, Cindy memilih keluar.

Orang mungkin lebih kenal Asia Carrera sebagai pemain lebih dari 250 film porno. Tapi tak banyak yang tahu ia bisa memainkan komposisi Bach dengan piano di usia 13 tahun. Dia mengambil studi ekonomi dan bahasa jepang di Rutgers. IQ-nya 156 dan merupakan 2 persen orang terjenius di dunia. Sekarang ia me-maintain situs pribadinya sendiri dan menghabiskan waktu luangnya bermain Unreal Tournament atau main saham (day trading).

Dan bahkan Marilyn Monroe, yang lebih dikenal sebagai icon seks sepanjang masa, mengoleksi lebih dari 200 buku, hobi mendengarkan Beethoven, dan sempat mengambil literature courses di UCLA. Kabarnya ia juga pernah mengambil kelas theater arts di NYU. Bukti bahwa seleb tak cuma modal tampang (dan badan) — tapi juga otak yang cemerlang.

Bagaimana di Indonesia? Ada yang bisa mengkonfirmasi/menambahkan?





Finlandia jawara Pendidikan di Planet ini

19 11 2008

Pendidikan terbaik di dunia? Bukan Harvard, bukan Amerika, juga bukan Inggris, apalagi Indonesia — melainkan Finlandia, negeri yang paling tidak korup di muka bumi ini. Hebatnya, Finlandia tak cuma jagoan mendidik anak-anak “normal,” tapi juga unggul dalam pendidikan bagi anak-anak yang lemah mental. Pendek kata, Finlandia berhasil membuat seluruh anak didiknya cerdas — tak peduli yang normal atau yang lemah mental.

Finlandia mengalahkan 40 negara lain di dunia berdasar survei PISA yang dilakukan oleh OECD tahun 2003. Tes komprehensif dilakukan melalui pengukuran kemampuan mathematics, reading, science, dan problem solving yang nantinya ditujukan untuk peningkatan kualitas sistem pendidikan. Tes ini dilakukan per tiga tahun — tes terakhir dilakukan pada tahun 2006 dan hasilnya baru akan keluar akhir 2007. Mau tahu di mana posisi Indonesia?

Perolehan Skor

Mathematics (rata-rata 484,84)

  • Hong Kong-China (550,38)
  • Finlandia (544,29)
  • Korea Selatan (542,23)
  • Belanda (537,82)
  • Liechenstein (535,80)
  • …..
  • …..
  • Brazil (356,02)
  • Tunisia (358,73)
  • Indonesia (360,16)
  • Mexico (385,22)
  • Thailand (416,98)

Reading (rata-rata 480,22)

  • Finlandia (543,46)
  • Korea Selatan (534,09)
  • Kanada (527,91)
  • Australia (525,43)
  • Liechtenstein (525,08)
  • …..
  • …..
  • Tunisia (374,62)
  • Indonesia (381,59)
  • Mexico (399,72)
  • Brazil (402,80)
  • Serbia (411,74)

Science (rata-rata 487,77)

  • Finlandia (548,23)
  • Jepang (547,64)
  • Hong Kong-China (539,50)
  • Korea Selatan (538,43)
  • Liechtenstein (525,18)
  • …..
  • …..
  • Tunisia (384,68)
  • Brazil (389,62)
  • Indonesia (395,04)
  • Mexico (404,90)
  • Thailand (429,06)

Problem Solving (rata-rata 485,20)

  • Korea Selatan (550,43)
  • Hong Kong-China (547,89)
  • Finlandia (547,61)
  • Jepang (547,28)
  • Selandia Baru (532,79)
  • …..
  • …..
  • Tunisia (344,74)
  • Indonesia (361,42)
  • Brazil (370,93)
  • Meksiko (384,39)
  • Turki (407,53)

Skor Total (rata-rata 484,51)

  • Finlandia (545,90)
  • Korea Selatan (541,29)
  • Hong Kong-China (536,83)
  • Jepang (531,79)
  • Liechtenstein (528,87)
  • …..
  • …..
  • Tunisia (365,69)
  • Indonesia (374,55)
  • Brazil (379,84)
  • Meksiko (393,56)
  • Thailand (422,73)

Resep Sukses Finlandia

Dari segi anggaran, Finlandia agak sedikit lebih tinggi dari negara lain — walau bukan yang tertinggi. Kegiatan sekolah juga hanya 30 jam per minggu. Tapi guru-guru di Finlandia adalah pilihan dengan kualitas terbaik. Untuk menjadi guru jauh lebih ketat persaingannya ketimbang melamar Fakultas Hukum atau Kedokteran. Guru juga diberi kebebasan dalam kurikulum, text-book, hingga metode pengajaran dan evaluasi.

Sistem pendidikan Finlandia memang unik. Remedial tidak dianggap sebagai kegagalan tapi untuk perbaikan. Orientasi dibuat untuk tujuan-tujuan yang harus dicapai. Penekanan ada di proses, bukan hasil. PR dan ujian tak musti dikerjakan dengan sempurna — yang penting murid menunjukkan adanya usaha. Ujian justru dipandang sebagai penghancur mental siswa.

Sejak awal, murid diajari bertanggung jawab mengevaluasi dirinya sendiri. Mereka didorong untuk bekerja secara independen. Guru tidak mesti selalu mengontrol mereka. Proses pembelajaran berjalan dua arah. Suasana sekolah boleh dibilang jadi lebih cair, fleksibel, dan menyenangkan. Namun efektif.

Guru juga tak pernah mengkritik murid yang justru dinilai membuat murid malu dan menghambat proses pembelajaran itu sendiri. Murid “boleh” berbuat kesalahan, namun guru akan memintanya untuk membandingkan dengan hasil sebelumnya. Memang tak ada sistem ranking di sini sehingga siswa merasa confident dan nyaman terhadap dirinya. Ranking dipandang hanya membuat guru berfokus pada murid-murid terbaik saja, bukan ke seluruh murid.

Finlandia sukses menggabungkan kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Di Finlandia, perbedaan antara murid berprestasi baik dan murid yang kurang sangatlah kecil. Kata seorang guru di Finlandia, “Kalau saya gagal dalam mengajar seorang murid, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya!”

Sedangkan di Indonesia malah ada sejumlah guru dan kepala sekolah yang dengan bangga tidak menaikkelaskan anak didiknya. Gagal mendidik kok bangga.





INDONESIA BELUM MERDEKA dari kebodohan

19 11 2008

Sudah lebih 63 tahun indonesia merdeka akan tetapi masih banyak orang yang buta aksara. Pendidikan Indonesia selalu gembar-gembor tentang kurikulum baru…yang katanya lebih oke lah, lebih tepat sasaran, lebih kebarat-baratan…atau apapun. Yang jelas, menteri pendidikan berusaha eksis dengan mengujicobakan formula pendidikan baru dengan mengubah kurikulum. Di balik perubahan kurikulum yang terus-menerus, yang kadang kita gak ngeh apa maksudnya, ada elemen yang benar-benar terlupakan…Yaitu guru! Ya, guru di Indonesia hanya 60% yang layak mengajar…sisanya, masih perlu pembenahan. Kenapa hal itu terjadi? Tak lain tak bukan karena kurang pelatihan skill, kurangnya pembinaan terhadap kurikulum baru, dan kurangnya gaji. Masih banyak guru honorer yang kembang kempis ngurusin asap dapur rumahnya agar terus menyala.
Guru, digugu dan ditiru….Masihkah? atau hanya slogan klise yang sudah kuno. Murid saja sedikit yang menghargai gurunya…sedemikian juga pemerintah. banyak yang memandang rendah terhadap guru, sehingga orang pun tidak termotivasi menjadi guru. Padahal, tanpa sosok Oemar Bakri ini, tak bakal ada yang namanya Habibi.